Workshop Pengembangan Sosial Enterprise Dan Start Up Bisnis Digital “Herventure" Di Lingkungan Perguruan Tinggi

 Workshop Pengembangan Sosial Enterprise Dan Start Up Bisnis Digital “Herventure" Di Lingkungan Perguruan Tinggi

Jagan takut memulai hal kecil dalam berbisnis, semua butuh proses untuk menjadi besar,’’ tutur ibu Agista saat hadir sebagai Keynote Speaker dalam mengisi workshop Pengembangan Sosial Enterprise dan Start Up Bisnis Digital “Herventure di Lingkungan Perguruan Tinggi (23/04/2019) di Gedung Islamic Centre Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK).

Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UMK bekerjasama dengan  HerVenture, Dewan Kerajinan Nasional Daerah dan ASPPUK. Kegiatan ini juga didukung oleh Cherie Blair Foundation For Women dan Emerging 360.

Workshop ini di ikuti kurang lebih 250 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari beserta dosen dan unsur pimpinan dilingkup UMK dan di buka oleh Kepala LPPM UMK bapak Dr. H. Musadar Mappasomba yang seyogyanya akan dibuka oleh Rektor UMK.

Hadir dalam acara ini sebagai narasumber, Ibu Mia Ariyani Direktur ASPPUK yang membawakan materi tentang Pemuda Sebagai Social Enterpreneur dalam revolusi 4.0 dan materi tentang Pengembangan Bisnis Digital melalui aplikasi Herventure.

Direktur ASPPUK ini menegaskan bahwa tahun 2030 target pemerintah  adalah membangun wirausahawan muda. Melalui ASPPUK ini bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah dan didukung oleh Cherie Blair Foundation terus membangunan dan mendampingi masyarakat untuk membangun tumbuhnya wirausaha muda di Indonesia.

Ada tiga Negara yang dijadikan Pilot Project melalui ASPPUK ini yaitu Vietnam, Nigeria dan Indonesia,’’ ujar Mia

Project ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana apresiasi masyarakat dan pemuda terkait social enterprise dan bisnis digital khususnya di indoneisa,’’ tambahnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam membawakan materi tentang Perguruan Tinggi dan Disrupsi. Dalam paparannya ditegaskan bahwa Disrupsi Global memapar seluruh Industri. Ditambahkan pula bila kedepan ada banyak jenis pekerjaan yang akan hilang dan akan digantikan oleh AI. Seperti Profesi Akuntan akan digantikan oleh SMACC, Jurnalis akan digantikan oleh BLOD, pengacara akan digantikan oleh Ross dan beberapa profesi lainnya. Sehingga penting bagi kita untuk siap dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sebab bila tidak maka kita akan tersingkirkan secara otomatis khsusnya saat dihadapkan dengan profesi-profesi ini.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong minat mahasiswa di Universitas Muhammadiyah kendari untuk masuk di dunia bisnis, membangun usahanya sendiri dan mandiri. Kemudian yang terpenting adalah berkembangnya social enterprise di Sulawesi Tenggara

Postingan Lain
Pengumuman